Selasa, 19 Mei 2009

200 Rumah Gunakan Musi Cool ( harian pagi sumatera ekspres )


200 Rumah Gunakan Musi Cool PDF Cetak E-mail
Thursday, 14 August 2008
PALEMBANG – Perlahan tapi pasti, salah satu agen Musicool melakukan penjualan Musi Cool, produk Pertamina UPMS III. Tiga bulan berjalan, terhitung Mei hingga akhir Juli, sebanyak 200 rumah di kota Palembang sudah menggunakan produk ramah lingkungan serta hemat energi ini.
Angka tersebut lumayan besar, karena rumah yang mengunakan AC diperkirakan hanya mencapai 5.000 rumah saja. “Musi Cool sebenarnya bisa digunakan untuk kulkas, AC mobil, tapi dominant pelanggan kita baru pengguna AC rumahan,” papar Noviansyah Koordinator Musi Cool , kemarin (13/8).
Dijelaskanya lagi, dari 200 rumah pengguna Musi Cool tersebut, baru 200 kg Musi cool terjual. Padahal, berdarkan target hingga akhir tahun 2008, harus menjual sebanyak 6 ton Musi Cool.
Noviansyah menilai, hingga kini produk menggunakan Freon yang dapat merusak lapisan ozon dan membahayakan manusia masih mendominasi. Warga Palembang pun, tampaknya belum sadar akan hal ini.
“Padahal, untuk di Jakarta saja, setiap tahun sudah terjual 1.000 ton m3. Karena warga dan pemerintah disana sudah sangat mengerti akan bahaya freon dan beralih menggunakan Musi Cool,” jelas Novi.
Selain ramah lingkungan, Musi Cool lanjut Novi terbukti hemat listrik. Jika 1 VK menggunakan 4 Ampere, maka Musi Cool hanay berkisar pada angka 3,3 hingga 3,2 Ampere saja. “Dikalikan berapa jam penggunaan, hari serta bulan, banyak uang yang dapat dihemat,” paparnya panjang lebar.
Namun diyakininya, tingkat penjualan Musi Cool dapat melonjak tajam jika, Peraturan Daerah (Perda) ataupun Peraturan Walikota (Perwali) mengatur pelarangan pengunaan Freon dijalankan dapat diterapkan. Hingga kini, Perda yang digodok oleh Disperindagkop, Bapedalda serta tengah memasuki tahap revisi, dan segera diajukan ke Walikota. “Harapan kita, sebelum puasa sudah bisa kelar,” ucapnya.
Konsep pada Perda tersebut, perusaahaan besar, layaknya mall, hotel dapat ditekan meninggalkan pengunaan Freon untuk beralih ke Musi Cool. “Tapi sifatnya persuasive, dengan bentuk lisan terlebih dulu. Tidak mempan, diberikan Surat Peringataan (SP) satu, dua hingga tiga. Tidak mempan juga, sudah SIUP hingga SITU akan dicabut,” tuturnya.
Dengan cara ini, perusahaan besar, terutama mall dan hotel yang selama ini mendominasi penggunaan AC dan belum pernah menyentuh Musi Cool diharapkan, pindah haluan.
“Tanggapan hotel, mall terhadap Musi Cool sebenarnya sangat bagus. Sayangnya, karena masalah pergantian Freon, umumnya harus izin dulu pimpinan pusat mereka. Dan ini birokratnya sulit ditembus,” pungkas Novi. (Mg17)